Sabtu, 05 Mei 2012

Penyakit gagal Ginjal serta Pengertian dan fungsi ginjal


Penyakit Gagal Ginjal

Penyakit Gagal Ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine.
Penyakit gagal ginjal ini dapat menyerang siapa saja yang menderita penyakit serius atau terluka dimana hal itu berdampak langsung pada ginjal itu sendiri. Penyakit gagal ginjal lebih sering dialamai mereka yang berusia dewasa, terlebih pada kaum lanjut usia.

A. Penyebab Gagal Ginjal
Terjadinya gagal ginjal disebabkan oleh beberapa penyakit serius yang didedrita oleh tubuh yang mana secara perlahan-lahan berdampak pada kerusakan organ ginjal. Adapun beberapa penyakit yang sering kali berdampak kerusakan ginjal diantaranya :
  • Penyakit tekanan darah tinggi (Hypertension)
  • Penyakit Diabetes Mellitus (Diabetes Mellitus)
  • Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu, tumor, penyempitan/striktur)
  • Kelainan autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik
  • Menderita penyakit kanker (cancer)
  • Kelainan ginjal, dimana terjadi perkembangan banyak kista pada organ ginjal itu sendiri (polycystic kidney disease)
  • Rusaknya sel penyaring pada ginjal baik akibat peradangan oleh infeksi atau dampak dari penyakit darah tinggi. Istilah kedokterannya disebut sebagai glomerulonephritis.
Adapun penyakit lainnya yang juga dapat menyebabkan kegagalan fungsi ginjal apabila tidak cepat ditangani antara lain adalah ; Kehilangan carian banyak yang mendadak ( muntaber, perdarahan, luka bakar), serta penyakit lainnya seperti penyakit Paru (TBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, Obat-obatan dan Amiloidosis.Penyakit gagal ginjal berkembang secara perlahan kearah yang semakin buruk dimana ginjal sama sekali tidak lagi mampu bekerja sebagaimana funngsinya. Dalam dunia kedokteran dikenal 2 macam jenis serangan gagal ginjal, akut dan kronik.

B. Tanda dan Gejala Penyakit Gagal Ginjal
Adapun tanda dan gejala terjadinya gagal ginjal yang dialami penderita secara akut antara lain : Bengkak mata, kaki, nyeri pinggang hebat (kolik), kencing sakit, demam, kencing sedikit, kencing merah /darah, sering kencing. Kelainan Urin: Protein, Darah / Eritrosit, Sel Darah Putih / Lekosit, Bakteri.Sedangkan tanda dan gejala yang mungkin timbul oleh adanya gagal ginjal kronik antara lain : Lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemi. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan Lab. lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif.

C. Penentuan Diagnosa Gagal Ginjal
Seorang Dokter setelah menanyakan riwayat kesehatan penderita dan tanda serta gejala yang timbul, untuk menentukan adanya/terjadinya kegagalan fungsi ginjal maka Beliau akan melakukan pemeriksaan fisik yang difokuskan pada kemungkinan pembesaran organ ginjal atau pembengkakan sekitar ginjal. Apabila dicurigai terjadinya kerusakan fungsi ginjal, maka penderita akan dikonsultasikan kepada seorang ahli ginjal (Nephrologist).
Selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium baik darah ataupun urine guna melihat kadar elektrolit sodium dan potassium/kalium. Pada kasus-kasus tertentu tim medis mungkin melakukan pemasangan selang kateter kedalam kantong urine (bladder) untuk mengeluarkan urine. Bila diperlukan, Tim medis akan menyarankan pemeriksaan pengambilan gambar struktur ginjal dengan metode Ultrasound, Computed tomography (CT) scans atau dengan cara Magnetic Resonance Imaging (MRI) scans. Bahkan ada kemungkinan dilakukannya tindakan biopsy, yaitu pengambilan contoh (sample) jaringan ginjal.

D. Pengobatan dan Penanganan Gagal Ginjal
Penanganan serta pengobatan gagal ginjal tergantung dari penyebab terjadinya kegagalan fungsi ginjal itu sendiri. Pada intinya, Tujuan pengobatan adalah untuk mengendalikan gejala, meminimalkan komplikasi dan memperlambat perkembangan penyakit. Sebagai contoh, Pasien mungkin perlu melakukan diet penurunan intake sodium, kalium, protein dan cairan. Bila diketahui penyebabnya adalah dampak penyakit lain, maka dokter akan memberikan obat-obatan atau therapy misalnya pemberian obat untuk pengobatan hipertensi, anemia atau mungkin kolesterol yang tinggi.
Seseorang yang mengalami kegagalan fungsi ginjal sangat perlu dimonitor pemasukan (intake) dan pengeluaran (output) cairan, sehingga tindakan dan pengobatan yang diberikan dapat dilakukan secara baik. Dalam beberapa kasus serius, Pasien akan disarankan atau diberikan tindakan pencucian darah {Haemodialisa (dialysis)}. Kemungkinan lainnya adalah dengan tindakan pencangkokan ginjal atau transplantasi ginjal.

E. Tindakan Pencegahan Terserang Penyakit Ginjal
Kita yang dalam kondisi “merasa sehat” setidaknya diharapkan dapat melakukan pemeriksaan kedokter/kontrol/laboratorium. Sedangkan bagi mereka yang dinyatakan mengalami gangguan Ginjal, baik ringan atau sedang diharapkan berhati-hati dalam mengkonsumsi oabat-obatan seperti obat rematik, antibiotika tertentu dan apabila terinfeksi segera diobati, Hindari kekurangan cairan (muntaber), Kontrol secara periodik.

Ginjal adalah salah satu organ utama sistem kemih atau uriner (tractus urinarius) yang bertugas menyaring dan membuang sampah metabolisme dari dalam tubuh. Seperti diketahui , setelah sel-sel tubuh mengubah makanan menjadi energi, maka akan dihasilkan pula sampah sebagai hasil sampingan dari metabolisme yang harus dibuang agar tidak meracuni tubuh. Sebagian dibuang melalui usus sebagai tinja, sebagian lagi melalui ginjal bersama urin dan sisanya melalui kulit yang dibawa keringat.

Jadi, ginjal merupakan sistem detoksifikasi(pembersih atau penyaring racun) untuk banyak toksin(racun) yang telah dilarutkan dalam air oleh hati yang akan dibuang melalui urin (air kencing).

Fungsi Ginjal

1. Membuang sampah metabolisme dari dalam tubuh
2. Membuang kelebihan air dari dalam tubuh
3. Membuat serta mengatur Hormon Eritropoetin(yang berfungsi dalam pembentukan sel darah merah di sumsum tulang), Enzim renin (pengatur tekanan darah), dan kalsitriol (pengatur kadar kalsium)
4. Mengatur kadar mineral (Natrium, kalium), air dan zat kimia yang beredar didalam darah.

Organ-organ utama dari sistem kemih tersebut adalah dua ginjal, dua kandung kemih (ureter), dan dua saluran kemih (uretra).Sepasang ginjal, yang berbentuk kacang polong dengan ukuran panjang sekitar 11 cm, lebar 6 cm, dan berat sekitar 150 gram tersebut, adalah pusat pembersihan darah dari sampah hasil metabolisme tubuh yang harus dibuang bersama urin melalui saluran kemih.
 Panjang saluran kemih, tempat keluarnya urin dari tubuh, pada pria sekitar 20-25 cm dan sekaligus menjadi saluran untuk sperma. Pada wanita saluran kemihnya lebih pendek, sekitar 2,5-3,8 cm, dan terletak di depan organ reproduksi. Karena letaknya dekat dengan anus dan vagina, jalur uriner wanita lebih rawan terhadap infeksi oleh kuman yang berasal dari saluran pencernaan.Selain itu, ginjal juga berfungsi mempertahankan kadar cairan dan elektrolit tubuh, mengatur tekanan darah, mengatur kadar kalsium pada tulang, dan mengatur produksi sel darah baru. Selama penyaringan tersebut, tubuh akan menyerap kembali secara selektif beberapa bahan yang diperlukan selain air, yaitu: natrium, fosfor, kalium, dan glukosa. Untuk melakukan tugasnya tersebut dengan baik, ginjal akan mengeluarkan tiga zat utama ke dalam sirkulasi:

> ERITROPOITIN (eritropoietin), hormon penting yang bertugas mematangkan sel darah merah (eritroiesis) di sumsum tulang.
> RENIN, enzim yang mengatur tekanan darah agar darah dapat mengalir dengan lancar.
> KALSITRIOL (calcitriol) atau vitamin D3. bentuk aktif dari vitamin D. yang mengatur keseimbangan kadar kalsium atau menurunkan tekanan darah.

Bayangkan kalau "mesin" ini samapi terganggu. Pertama, tubuh akan keracunan dari sampah hasil metabolisme tubuh yang menumpuk di dalam darah. dan akan menumpuknya racun didalam tubuh.
Bahkan protein yang sangat dibutuhkan untuk membangun kembali jaringan tubuh yang rusak. seperti: Otot, tulang, rambut dan kuku, itu dapat menjadi masalah terhadap ginjal.

Sebaliknya, tidak heran pula bila gagal ginjal bisa terjadi sebagai komplikasi dari gangguan pada pembuluh darah (yang menjadi kunci utama kelancaran fungsi ginjal).
Komplikasi itu, misalnya hipertensi, penyakit jantung dan diaTekanan darah yang tinggi dan berlangsung lama akibat penyakit hipertensi dapat memengaruhi fungsi ginjal, karena ginjal harus bekerja lebih keras. Sebaliknya, gangguan pada fungsi ginjal juga akan mengakibatkan kenaikan pada tekanan darah. Gangguan fungsi ginjal juga dapat mengakibatkan terjadinya kurang darah (anemia), yang diketahui dari penurunan kadar Hb (hemoglobin) dan jumlah sel darah merahbetes.

Ht (hematokrit). Anemia dapat menambah berat fungsi ginja. Darah yang sehat ditentukan dari kadar normal Hb untuk pria = 14-18 g/dL, dan wanita = 12-16 g/dL. Sedangkan nilai normal untuk Ht pria = 42-50%, dan wanita = 38-47%.

 Solusi terbaik bagi penderita penyakit ginjal yaitu dengan di obati obat herbal alami, ini lah Jeli Gamat obat yang paling cocok bagi kesehatan anda.







Semoga dengan adanya obat herbal ini, penyakit kita bisa sembuh normal seperti biasanya...




Jumat, 04 Mei 2012

Ginjal

Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Cabang dari kedokteran yang mempelajari ginjal dan penyakitnya disebut nefrologi.